Free Web Hosting Provider - Web Hosting - E-commerce - High Speed Internet - Free Web Page
Search the Web

manuk.gif (37198 bytes)Secuil Surat Cinta   anjing.gif (1832 bytes)

 

Teruntuk yang disana...

Aku tak pernah mengerti, perlukan cinta itu diungkapkan dalam bahasa verbal, yang jelas aku sudah memutuskan hanya mencintai seorang yaitu kamu... (hayo ciapa nih..?)

Kekukuhan pendirian yang kau miliki membuat diam-diam aku jatuh cinta. Tapi aku tak berniat untuk mengungkapkannya. Rasanya tidak mungkin kau tidak mengetahui perasaan hatiku. Dari sikapku bukankah sudah dapat ditebak apa maksudku ??? Only you... (wah wah bisa juga nih anak merangkai kata-kata..)

Kaulah seorang perempuan yang mempunyai tatapan magis yang menyimpan senyum penuh arti, dan yang senantiasa membuntuti langkah hidupku. Begitu dekat dengan hari-hariku, namun juga terasa jauh karena tak ada yang mulai untuk saling mengeja hati masing-masing. Hanya senyum dari kejauhan yang terjadi. Aku merindukan kasih sayang dan cintamu. Hanya itu yang kuharap darimu. Ma'afkan aku mengatakan hal ini...  (Ceile.... rontok deh hatiku..)

Kau sesungguhnya jauh-jauh hari telah menempati sudut hatiku yang khusus. Tapi justru tidak pernah hadir dalam kenyataan yang kuharapkan. Cuma hadir dalam setiap angan-angan yang tak kuharapkan. Aku mengetuk hatimu dengan suatu kepastian akan kesucian cinta dan putihnya kasihku padamu...

Seperti saat ini, kesepian amat mencekam hatiku. Aku berharap dirimu mau menerima kasih dan sayangku. Oh... betapa bahagianya hatiku seandainya itu sungguh-sungguh terjadi tapi khayalan tetaplah khayalan bila tak disertai usaha untuk menjadikan kenyataan.... (makanya kalau udah cinta nyatain aja...)

Kangen.. ? Betulkah aku mulai kangen padamu ? Kenapa tiap kali melihatmu, aku merasa senang sekaligus tak tentram ? Kenapa pula setiap kali sosokmu menguntit dan menggangguku kemanapun aku pergi ?   Lalu apa pendapatmu kalau kau tahu tentang semua itu ?

Cinta itu seperti Kentut
      Bila di tahan sakit perut
            Dilepaskan Orang Ribut

 

ti : Nanuth Gelo

E-mail me :
nanuths@yahoo.com

mailme.gif (13617 bytes)

 

DO'A PUTIH

Terbungkuk di bawah keranjang batu
Sehidup suntuk kudaki tangga waktu
Terhuyung-huyung satu-satu
Tetapi aku masih tetap cinta padamu

Dalam gaung nyanyian asap putih
Tidakkah Kaudengar rinduku yang merintih
Takdirku telah mengantarku ke sini
Ke kehidupan saat ini

Bulan putih dan angin putih
Selalu berhembus ke arah Tenggara
Tapi kutetap setia disini
Berpeluk peluh dan waktu

Saat malam datang menjelang
Yang tinggal hanyalah puing-puing kehidupan
Penuh dengan persaingan dan pertentangan
Mungkin ini yang namanya kehidupan
Sebuah kehidupan yang sarat dengan penilaian
Penilaian tentang Kita, orang lain dan yang lain.

Kuingin bisa berkata..
Kuingin bisa melihat..
Kuingin bisa mendengar ..
Tapi siapa yang mau mendengar suaraku,...
Melihat diriku atau mendengarku
Kecuali satu......kamu

S E N J A

Perlahan cahya mulai meredup
Kutatap lembayung senja disana
Indah mempesona
Membelai lembut kalbu
Tercium bau laut nan akrab
Gemercik ombak mendendangkan lagu
Sang angin memainkan lembut rambutku
Kutarik nafas panjang
Ahhhh.....

Terlintas sebuah pikiran
Dimanakah pasangan jiwaku
'Tlah lama kucari
Namun 'tak jua kutemukan
Lelah kucari
Kurindu didekap oleh belaian cinta
Kurindu bergumul dalam cinta
Kurindu dua hati menjadi satu
Pada siapa harus kutumpahkan semua ini
Dimanakah dikau, Pasangan Jiwaku

UNTUKMU

Ketika segalanya berlalu
Aku tak pernah tahu
Kenapa begitu kelu sekedar berucap
"I love you"

Ada yang tinggal disini
Sesuatu rasa mengharubiru
Asa yang belum tertuju

Seonggok hati menangis letih
Memikul harap yang kian sarat
Sepenggal bahagia telah berlari
Ditelan gemuruhnya waktu
Aku letih, tak lagi hendak bicara atau berkata fatamorgana

Ketika segalanya berlalu
Kau pun mungkin tak pernah tahu
Betapa aku inginkan dirimu

SERPIHAHAN YG SIA-SIA

Dalam kesendirian
Kalbu teriris impian palsu
Mengucap remang wajah rembulan

Dalam kesendirian
Aku mengaduk puisi pagi
Sisa sebuah senja yang sia-sia

Dalam kesendirian
Angin buyar menemukan kata
Memuntahkan hati

R I N D U...

Dalam sepiku...
Sedikit namun putih
Salam rindu buat kamu
Walau diantara aku - kamu tak perlu ada rindu

Kini... tinggal aku
Termangu didepan tirai hatimu
Tak ada bosan menanti kamu
Akan kucoba tuk setia menanti kamu
I'll always try to be: "I can wait forever''
I believe, we can meet again sometime...

Bilamana damai akan datang ke hati
Rindu tak terganggu angan-angan darimu
Dendam itu bagian dariku
Selalu menyebut namamu
Keinginan akan cintamu
Itu rasa panjang bagiku
Bagaimana pandanganmu tentangku ?

D I R I....

Di celah sepi antara kau dan diri
Kutengadah mendulang mimpi
Mengacak mujurku, menggemilau kamu
Antara ribuan kelam, antara ribuan tajam
Antara kau dan diri

Mengapa kelu duka ini
Antara kau dan diri
Tiada komunikasi, tiada basa basi
Tiada senyum hiasan
Dalam rengkuhan, dalam dekapan
Dalam tirani ini  

Antara kau dan diri
Nyata dan benar di celah sepi

K A M U....

Kamuku satu
Hilang terhembus lalu
Hilang dan jauh pergi dan berlalu

Kamuku satu, seperti juga dia
Aku-ku cuma satu
Dan kini sudah membeku

Termenung ku di keramaian
Kesepian ku di keributan
Kesedihan ku terkuak kembali

ASMARA

Gelombang rindu menyapu
Pada batu karang kesetiaan
Tersisa pasir penantian
Di pantai kemesraan

GADIS IMPIAN

Dalam galau yang mendalam..
Dalam rindu yang semu..
Disaat haus kasih sayang
Kulihat setitik sinar terang nun jauh di sana,...
Yang sulit ku gapai...
Yang jauh untuk ku jangkau..

Sinar itu dirimu...
Yang terangi hidupku..
Temani hari-hariku dengan ceritamu..
Kau buai tidurku dengan mimpi indah..
Kau datang lewat angin dan cahaya..
Begitulah kau hantarkan jiwamu kehatiku..
Tiada bosan kau dengar ceritaku...
Kau ingatkan daku atas kesalahan..

Tapi..
Saat terbangun dari mimpi kau tak disisiku..
Ternyata kau hanya mimpiku
Esok malam jika tertidur dan bermimpi tentangmu
Ku tak ingin terjaga...
Dan kuhanya ingin terjaga oleh cium lembutmu di keningku... di iringi kata manis mu..
"Bangun dong ah"

MENATAP CINTA

Kurapatkan kata hati di pematang cinta itu
Meniduriku dengan semilir angin senja
Membelah sanubari lewat tajam belati, tak luka,
bahkan tak berbekas, karena demikian indahnya
Mimpipun tak sekedar mengetuk janji
Ia menari laksana malam tak berawan
Menawari sejuk embun hingga datang pagi, dibalik matahari
Alangkah jauh pijak kaki ini merangkum langkah
Susuri cakrawala dengan sejuta cita-cita
Ada getir...
Ada bahagia..
Ada kecewa...
Yang pasti ada cinta

Biarkan tatap mataku menemukan cinta
Membawanya ke dalam peluk, untuk kucium
Kemudian kusimpan dalam ruang angan ini
Bermimpi,....kurasa tidak
Aku menemukan cinta, meski hanya lewat tatap mata
Mengerjapkan beningnya, entah di mana jatuhnya
Bawalah aku ke sana, karena aku hanya punya satu
Rindu....

GEULEUH...

Dibening kedua matamu kulihat kristal cinta
Pijar sinar bola matamu sinari hati yang merindu
Kilat kaca dimatamu melukiskan isi hatimu
Ada Pijar bening ditelaga matamu

Dimulutmu kulihat gigi dan gusimu
Dirambutmu awas ada kutu
Kulihat fotomu, e..e..e. kau ayu dan lugu
fotomu, manis tapi sadis
Gambaran dirimu ternyata tragis

J E M U

Racun jemu memagut dalam kesunyian padang ini
Tinggalah sekeping hati yang menggapaimu
Lewati guratan jemari waktu
Yang tak punya arti bagi malam bisu ini

Sendiri.. sepi.. menanti hari berganti
Melati itu putih, melati itu suci
Lambang kemurnian hati
Hati yang tlah lama dalam penantian
Dengan berlaksa kebimbang raguan

Kini racun jemu tlah berlalu
Bersama rangkaian sinar surya
Melukis asa sejuta ceria
Dan hasrat nan membara melagu nyanyian rindu
Bersemi dalam nyata
Penantian itu tidaklah sia-sia

KEBAHAGIAAN SEMU

Ingin ku ulang masa mudaku, bila Tuhan mau
Ku tak ingin mengalami seperti ini
Kebahagiaan berlalu dan tak mau tahu

Kenangan itu sangat menyenangkan kehidupanku
Wajahmu getarkan sukmaku
Senyumanmu menggairahkan dan mencerahkan hidupku
Sikapmu meluluhkan hatiku
Matamu mencairkan ke-akuanku
Manjamu menjadikanku tunduk padamu

Dasar setan tak berperasaan
Khayalanku ternyata tumbang dijalan

KOK GITU....

Bila awan memang biru
Biarkan dia begitu
Jangan ubah menjadi kelabu
Biarkan tetap berlagu, seperti dulu...

Bila kamu memang lalu
Biarkan aku disitu
Jangan tinggal bayangmu
Biarkan tetap membisu, seperti dulu...

KETEMU

Jumpa kamu
Sapaku menatap kamu
Diperempatan jalan situ
Tapi kamu acuh bisu
Buang sapaku dibatu
Kuambil kagi sapaku
Buat kalau ketemu lagi denganmu
Sampai kauterima sapaku (juga cintaku..)

PELABUHAN

Entah kenapa kehadiranmu membawa sejuta pijar lentera
Senyum dan candamu menyejukan hati yang luka
Kasih.. kuingin berbagi kasih sayang
Dalam mengarungi samudra cinta
Agar berpuara di satu tujuan
Bersandar di pelabuhan cinta bahagia
Terjaga putihnya kasih di antara kita

T E G A

Kala mendung menyapa biru
Dan kini kelabu, seperti aku
Kala rindu mengoyak kalbu
Dengarkan kau jeritanku
Menggema dinding tebalmu
Mencoba buka jendela hatimu

Kala rindu mengiyak kalbu
Tenggelamku dalam bisu
Semua tinggal semu

ka coretan 2